Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kadin Jabar Dukung Upaya Pemprov Jabar Tingkatkan Investasi dan Kualitas SDM

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Kadin Jawa Barat mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jabar untuk meningkatkan investasi mancanegara dan mengembangkan kualitas SDM melalui program beasiswa sekolah unggulan untuk siswa kurang mampu.

Kadin Jabar Dukung Upaya Pemprov Jabar Tingkatkan Investasi dan Kualitas SDM

Latar Belakang Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha di Jawa Barat

Pada akhir April 2026, sejumlah pemangku kepentingan utama di Jawa Barat berkumpul di Bandung untuk menandatangani komitmen bersama dalam mendorong industri yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Perindustrian, serta berbagai organisasi pelaku usaha termasuk Kadin Jawa Barat dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar.

Kerangka Komitmen Bersama yang Ditetapkan

Komitmen bersama yang ditandatangani mencakup tujuh pilar utama pengembangan industri di Jawa Barat:

Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi yang terus melakukan akselerasi untuk menjadikan Jawa Barat sebagai tujuan utama investor mancanegara.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi yang terus melakukan akselerasi untuk menjadikan Jawa Barat sebagai tujuan utama investor mancanegara."

Almer menambahkan bahwa kehadiran industri swasta di Jawa Barat akan memberikan dampak signifikan dalam membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut. Sebagai induk organisasi pelaku usaha, Kadin Jawa Barat akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan visi Jawa Barat Istimewa.

Program Beasiswa untuk Membangun Kelas Menengah Baru di Jawa Barat

Selain fokus pada peningkatan investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga meluncurkan program beasiswa siswa tidak mampu yang bertujuan untuk membangun kelas menengah baru di wilayah ini. Saat ini, program ini memberikan akses pendidikan di sekolah unggulan kepada 100 siswa, dengan lulusan yang langsung terserap ke industri.

Gubernur Dedi Mulyadi berencana untuk menambah jumlah penerima beasiswa hingga 800 orang setiap tahun. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang selama ini jarang bisa mengakses sekolah industri unggulan.

"Semangatnya adalah harus lahir kelas menengah baru dari Jawa Barat dari sekolah-sekolah industri unggulan. Selama ini jarang sekali masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa sekolah di situ."

Gubernur menjelaskan bahwa dengan akses ke pendidikan berkualitas, para siswa tidak hanya akan mudah terserap ke industri, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang hingga level manajer. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membangun struktur ekonomi yang lebih inklusif di Jawa Barat.

Apresiasi dari Berbagai Pemangku Kepentingan

Ketua Umum APINDO Jabar, Ning Wahyu Astutik, menilai bahwa peningkatan kualitas SDM adalah kunci untuk menjaga daya saing industri di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa program beasiswa yang diluncurkan oleh pemerintah akan membantu dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang berkualifikasi.

"Beliau (Dedi) fokus untuk menciptakan SDM-SDM yang berkualifikasi dengan menciptakan sekolah gratis bagi anak-anak yang mampu secara akademik. Kemudian nantinya dibentuk menjadi satu talent untuk mendukung para pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja."

Ning menambahkan bahwa langkah ini akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global, serta menarik lebih banyak investasi mancanegara ke Jawa Barat. Para pelaku usaha juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas upaya untuk meningkatkan kualitas SDM, serta mengapresiasi forum komunikasi dan kolaborasi yang dibentuk antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak terkait.

Selain itu, Menko PMK Pratikno yang juga hadir dalam acara tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara pendidikan vokasi, lembaga pelatihan kerja, dan dunia industri. Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus menyiapkan tenaga kerja yang bukan sekedar pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru baik pada sektor teknologi, maupun berbasis budaya dan potensi lokal.

"Jangan sampai pendidikan kita justru mengajarkan keterampilan yang sudah tidak relevan lagi. Revitalisasi ini, selain menyiapkan yang sesuai kebutuhan juga dapat memunculkan kesempatan pekerjaan-pekerjaan baru."

Menko PMK juga menambahkan bahwa integrasi ini akan membantu mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, serta membuka peluang pekerjaan baru di sektor-sektor baru yang berkembang.

Dampak Strategis Kolaborasi Ini

Kolaborasi antara pemerintah, Kadin Jabar, APINDO, dan lembaga terkait ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengembangkan Jawa Barat sebagai kawasan industri yang berkelanjutan dan menarik investor. Dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM dan iklim investasi, Jawa Barat berpotensi untuk menjadi salah satu pusat industri terkemuka di Indonesia, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat wilayah tersebut.