Jadi Taman Bersih, Begini Kiprah Petugas Adiraga Cimahi yang Berhasil Ubah Kebijakan Sampah
Taman Adiraga Cimahi kini bersih berkat kebijakan baru pengangkutan sampah harian dan penambahan trash bag, hasil kerja keras petugas kebersihan yang diapresiasi.

Taman Adiraga Cimahi: Kisah di Balik Kebersihan yang Terjaga
Sekilas, Taman Lingkungan Adiraga terlihat seperti taman kota pada umumnya. Hamparan hijau yang asri, udara yang sejuk, dan fasilitas publik yang memungkinkan warga sekitar sekadar duduk santai, berlari pagi, atau menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan.
Namun, siapa sangka bahwa di balik suasana yang nyaman itu, ada sekelompok orang yang setiap hari bekerja tanpa henti memastikan tidak ada sampah yang tersisa di setiap sudut taman.
Taman ini menjadi salah satu ruang terbuka publik favorit warga Kota Cimahi. Locasinya yang strategis di kawasan Adiraga menjadikannya tempat yang ramai dikunjungi setiap harinya. Tak ayal, volume sampah yang dihasilkan pun cukup signifikan, mengingat jumlah pengunjung yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kebijakan Baru: Dari Pengangkutan Mingguan ke Harian
Sebelum kebijakan berubah, pengangkutan sampah di Taman Lingkungan Adiraga hanya dilakukan satu kali dalam seminggu. Jadwal yang jarang tersebut membuat sampah menumpuk di berbagai sudut taman. Tumpukan sampah bukan hanya mengganggu estetika, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap dan potensi masalah kesehatan bagi pengunjung.
Melihat kondisi tersebut, salah seorang petugas kebersihan bernama Dadang Suparman (45) menyampaikan keluhannya kepada koordinator wilayah. Keluhan tersebut kemudian dibahas dalam rapat bersama Pemerintah Kota Cimahi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Hasil diskusi itu menghasilkan keputusan penting: pengangkutan sampah akan dilakukan setiap hari, bukan lagi seminggu sekali.
Penambahan Fasilitas dan Peningkatan Kesadaran
Selain perubahan jadwal pengangkutan, pengelola Taman Lingkungan Adiraga juga mengambil langkah proaktif dengan menambahkan trash bag di setiap meja yang tersedia di taman. Sebelumnya, meja-meja tersebut tidak dilengkapi tempat sampah, sehingga banyak pengunjung yang meninggalkan sampah di atas meja atau membuangnya sembarangan.
Dadang menjelaskan bahwa setelah trash bag dipasang, kesadaran pengunjung mulai meningkat. Mereka lebih memilih memanfaatkan fasilitas yang tersedia daripada membuang sampah sembarangan.
Perjuangan Petugas Kebersihan yang Patut Diapresiasi
Petugas kebersihan di Taman Lingkungan Adiraga bekerja dua kali sehari, yakni pagi dan sore hari. Rutinitas ini dijalankan untuk memastikan kondisi taman tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung.
Pengangkutan sampah menggunakan armada milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, yang biasanya tiba di lokasi sekitar pukul 05.30 WIB. Dadang mengaku bahwa pada hari biasa, ia dan tim dapat mengumpulkan sekitar tiga karung sampah. Namun, saat akhir pekan, jumlah sampah melonjak drastis hingga mencapai sekitar 15 karung.
"Kalau hari biasa sekitar tiga karung, tapi kalau akhir pekan bisa sampai 15 karung karena pengunjung jauh lebih ramai," jelas Dadang.
Harapan untuk Kelestarian Ruang Publik
Dadang berharap masyarakat dapat terus menjaga kebersihan Taman Lingkungan Adiraga dengan membuang sampah pada tempatnya serta memanfaatkan fasilitas trash bag yang telah disediakan. Ia menegaskan bahwa kebersihan taman merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan demikian, ruang publik di Kota Cimahi dapat tetap bersih, nyaman, dan asri bagi seluruh warga. Perjalanan dari masalah penumpukan sampah hingga menjadi taman yang bersih hari ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara petugas kebersihan, pemerintah, dan masyarakat dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan.
Semoga ke depannya, Taman Lingkungan Adiraga dapat terus menjadi contoh nyata bahwa kebersihan dapat terjaga jika ada kerja sama yang baik antara semua pihak.