Hajat Bumi Hegarmukti Dimeriahkan Lima Kesenian Tradisional Sunda, Wujud Pelestarian Budaya di Tengah Modernisasi
H. Agung Suganda menepati janji politiknya dengan menghadirkan lima kesenian tradisional Sunda dalam Hajat Bumi Rawa Binong di Desa Hegarmukti, menjadi bentuk pelestarian budaya di tengah modernisasi.

Komitmen Pelestarian Budaya yang Diwujudkan
Komitmen Anggota Komisi Empat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi, H. Agung Suganda, S.Pd., M.M., dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah kembali dibuktikan melalui langkah nyata. Pada pergelaran Hajat Bumi Rawa Binong di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, putra asli daerah tersebut merealisasikan janjinya dengan menghadirkan lima pertunjukan seni budaya tradisional.
Kelima Kesenian Tradisional yang Memukau
Lima kesenian yang ditampilkan dalam Hajat Bumi tahun ini meliputi:
Baca Juga: BPBD Hentikan Pemadaman Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Setelah 13 Hari, 5 Hektare Lahan Rusak
- Seni Topeng – Pertunjukan bertopeng yang sarat makna filosofis
- Seni Jaipong – Tarian khas Sunda yang enerjik dan dinamis
- Seni Tanjidor – Kesenian kolonial yang budaya Betawi
- Seni Degung – Musik tradisional Sunda dengan alat musik khas
- Seni Calung – Ansambel musik dari bambu yang unik
Seluruh pertunjukan tersebut merupakan kekayaan budaya Sunda yang memiliki nilai sejarah, kebersamaan, dan identitas masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Hajat Bumi ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga ruang bagi para seniman lokal untuk terus berkarya," tutur Agung Suganda.
Janji Politik yang Diwujudkan
Dalam kesempatan tersebut, H. Agung Suganda mengingatkan bahwa saat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi pada tahun 2024, ia pernah menyampaikan komitmen kepada masyarakat. Apabila dipercaya menjadi wakil rakyat, ia berjanji akan turut memeriahkan Hajat Bumi dengan menghadirkan kesenian tradisional.
Baca Juga: Gebyar Lomba HUT ke-25 Partai Demokrat di Karawang Hadirkan Puluhan Doorprize untuk Warga
Janji tersebut kini telah diwujudkan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan. Kehadiran berbagai kesenian tradisional itu sambut antusias warga, sekaligus menjadi ruang bagi para seniman lokal untuk terus berkarya di tengah derasnya arus modernisasi.
Pesan Persatuan dan Gotong Royong
Di akhir sambutannnya, H. Agung Suganda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama merawat tradisi Hajat Bumi sebagai warisan budaya yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurut politisi Golkar tersebut, pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelestarian budaya, penguatan nilai kebersamaan, dan penghormatan terhadap jati diri masyarakat sebagai fondasi utama menuju Kabupaten Bekasi yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera.