Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gencar Budidaya Ikan Bioflok di Kuningan: Upaya Perkuat Ketahanan Pangan

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Diskanak Kuningan gencarkan budidaya ikan bioflok di tingkat desa dengan target 100-150 lokasi, untuk meningkatkan produksi perikanan, ketahanan pangan, dan pendapatan masyarakat pedesaan.

Gencar Budidaya Ikan Bioflok di Kuningan: Upaya Perkuat Ketahanan Pangan

Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, meluncurkan program gencar pengembangan budidaya ikan sistem bioflok di seluruh desa di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional bidang perikanan periode 2026-2029, dengan tujuan memaksimalkan potensi perikanan air tawar lokal, meningkatkan produksi, dan memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Target Lokasi dan Rencana Pelaksanaan

Diskanak menargetkan pembangunan 100 hingga 150 titik lokasi budidaya bioflok yang tersebar di berbagai desa Kuningan. Rencana ini telah dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan para camat, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) perikanan dan peternakan, serta penyuluh perikanan untuk menyamakan langkah pelaksanaan di lapangan. Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan A. Taufik Rohman menjelaskan bahwa program ini akan diimplementasikan melalui Kelompok Daya Kreasi Masyarakat Perikanan (KDKMP) yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. "Kami merencanakan untuk mengusulkan sekitar 100 hingga 150 titik lokasi budidaya bioflok yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Kuningan," ujar Taufik.

Keunggulan Sistem Budidaya Bioflok

Sistem bioflok dipilih sebagai metode utama karena mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan pengelolaan budidaya yang lebih terkontrol dan berkelanjutan, sehingga cocok untuk dikembangkan di tingkat desa. Menurut Taufik, pengembangan bioflok tidak hanya bertujuan memperkuat produksi perikanan darat, tetapi juga menjadi strategi untuk mengoptimalkan potensi perikanan air tawar yang dimiliki Kabupaten Kuningan, yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

Manfaat Ganda untuk Masyarakat dan Perekonomian Daerah

Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor perikanan lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha budidaya yang dikelola secara berkelompok. Selain itu, pengembangan bioflok juga diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan protein hewani dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah.

"Kami ingin potensi perikanan yang ada di desa-desa terus berkembang sehingga mampu meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," tambah Taufik.

Data Produksi Perikanan Kabupaten Kuningan

Berdasarkan data resmi Diskanak, produksi ikan di Kabupaten Kuningan pada tahun 2024 mencapai sekitar 28 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sektor budidaya menyumbang sekitar 27 ribu ton, sedangkan perikanan tangkap menghasilkan 440,8 ton dan hasil pengolahan mencapai 922,9 ton. Hingga semester I tahun 2025, produksi ikan di kabupaten ini telah melampaui 18 ribu ton, yang terdiri dari sekitar 17 ribu ton hasil budidaya, 222,16 ton perikanan tangkap, dan 454 ton hasil pengolahan.

Penutup

Dengan diluncurkannya program ini, diharapkan Kabupaten Kuningan dapat meningkatkan kontribusi perikanan terhadap perekonomian daerah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pedesaan melalui peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan perikanan berbasis desa di Jawa Barat.