Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Fakta Pemimpin Amanah: Begini Dedikasi H. Samsu Dawam Membangun Desa Karang Asih dengan Nilai Keagamaan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 25 Agustus 2026

Ustadz Uyung apresiasi dedikasi H. Samsu Dawam sebagai pemimpin amanah di Desa Karang Asih, Cikarang Utara. Kualitas kepemimpinan beliau layak jadi teladan.

Fakta Pemimpin Amanah: Begini Dedikasi H. Samsu Dawam Membangun Desa Karang Asih dengan Nilai Keagamaan

Figur Pemimpin Amanah di Desa Karang Asih yang Patut Diketahui

Sejumlah kalangan menilai sosok pemimpin yang menjunjung tinggi amanah dan mengutamakan kepentingan masyarakat menjadi daya ungkit penting dalam kemajuan suatu desa. Pandangan ini kembali mencuat setelah Ustadz Uyung, pimpinan Majelis Barokah Kabuyutan Pamanah Rasa, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja H. Samsu Dawam, S.H. sebagai Kepala Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Komitmen Mengabdi untuk Masyarakat Karang Asih

Dalam kesempatan haul Ananda Mia Ubaidah Habillah binti Tb. Bakarudin Habibi pada Sabtu, 11 Juli 2026, Ustadz Uyung menekankan bahwa kepemimpinan desa yang baik tidak cukup hanya diukur dari capaian pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, seorang pemimpin dituntut mampu menjaga persatuan, melayani masyarakat dengan tulus, serta membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Dede Wirana Menangi Pemilihan BPD Desa Telukjambe dengan 42 Suara dari 48 Pemilih

"Saya mengenal beliau sebagai pribadi yang rendah hati, mudah berdialog, serta memiliki niat yang tulus dalam mengabdi kepada masyarakat," tegas Ustadz Uyung.

Ustadz Uyung menilai H. Samsu Dawam sebagai sosok pemimpin yang konsisten mengutamakan kepentingan kolektif dibandingkan kepentingan pribadi maupun golongan. Selama mengemban amanah sebagai kepala desa, dirinya terlihat terbuka terhadap berbagai masukan dan menghormati ulama, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh lapisan warga tanpa diskriminasi.

Pemerintahan Desa Berbasis Nilai Keagamaan

Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah komitmen H. Samsu Dawam dalam menjaga sinergi antara pemerintah desa, para ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen warga. Ustadz Uyung menilai hubungan harmonis tersebut menjadi fondasi penting bagi terciptanya stabilitas sosial, kerukunan, serta keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan di Desa Karang Asih.

Baca Juga: Masyarakat Karawang Diminta Jadikan Keteladanan Rasulullah Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

Menurut Ustadz Uyung, selama ini H. Samsu Dawam tidak pernah menjadikan jabatannya sebagai alat untuk meninggikan diri. Jabatan kepala desa pandangan beliau adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Nilai Teladan bagi Pemimpin Desa

Ustadz Uyung menegaskan bahwa sikap dan komitmen H. Samsu Dawam patut menjadi teladan bagi setiap pemimpin. Baginya, kejujuran, ketulusan, dan semangat melayani merupakan modal utama dalam mewujudkan pemerintahan yang dipercaya masyarakat.

Nilai-nilai kepemimpinan yang beliau tunjukkan diharapkan terus melekat dan menjadi inspirasi bagi lahirnya kepemimpinan desa yang berintegritas, berakhlak mulia, serta senantiasa mengutamakan kemaslahatan masyarakat di atas kepentingan lainnya.

Harapannya untuk Desa Karang Asih

Ustadz Uyung turut menyampaikan doa dan harapan agar H. Samsu Dawam senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam melanjutkan pengabdiannya. Ia mengajak seluruh warga Desa Karang Asih untuk terus menjaga persatuan, memperkuat budaya musyawarah, dan memberikan dukungan terhadap setiap program pembangunan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.

"Seorang pemimpin tidak akan mampu bekerja sendiri. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta mendukung setiap ikhtiar yang bertujuan membangun desa," tutur Ustadz Uyung.

Dengan semangat kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat yang berjalan beriringan dengan niat baik, Desa Karang Asih diharapkan semakin maju, damai, religius, dan sejahtera. Komitmen untuk terus membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis nilai keagmaan menjadi kunci dalam upaya tersebut.