Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dokter Sarankan Bawa Anak ke Dokter Jika Belum Babbling di Usia 9 Bulan

Bandung · Oleh ·

Dokter di Bandung memperingatkan orang tua agar membawa anak ke dokter jika belum babbling di usia 9 bulan. Keterlambatan bicara bisa memengaruhi fokus belajar dan tumbuh kembang anak.

Dokter Sarankan Bawa Anak ke Dokter Jika Belum Babbling di Usia 9 Bulan

Dokter spesialis anak di Bandung memperingatkan orang tua tentang ancaman keterlambatan bicara (speech delay) pada anak. Keterlambatan bicara jika tidak ditangani dapat berdampak pada gangguan fokus belajar hingga fase tumbuh kembang secara menyeluruh. Kasus speech delay meningkat setelah pandemi COVID-19, salah satunya karena paparan gadget tanpa interaksi dua arah yang tinggi pada balita di bawah 2 tahun.

Stephanie Supriadi, dokter spesialis anak di Mayapada Hospital Bandung, mengatakan usia 9 bulan menjadi waktu penting untuk menilai perkembangan bahasa anak. Jika anak belum bisa babbling dan juga belum bisa menoleh saat dipanggil, orang tua harus langsung membawa ke dokter untuk evaluasi. Paragraf ini menjelaskan kapan anak harus dibawa ke dokter dan menyertakan link ke artikel terkait.

Pada usia 15 bulan, seharusnya anak sudah mampu mengucapkan satu kata. Pada usia 24 bulan, sudah mulai mengombinasikan dua kata dalam satu kalimat.

Speech delay juga sering disertai gejala klinis lain seperti perilaku hiperaktif berlebihan, tindakan menyakiti diri sendiri, gangguan pendengaran, autisme, hingga ADHD. Penggunaan gadget dan minimnya aktivitas fisik berkontribusi terhadap masalah tumbuh kembang anak.

Dokter menganjurkan agar penggunaan gadget tidak diberikan pada anak di bawah 2 tahun. Di atas usia itu, gadget bisa diberikan dengan batasan tertentu. Peran orang tua dalam memberikan stimulasi dan interaksi di rumah sangat penting untuk mendukung perkembangan anak.

Fasilitas kesehatan akan melakukan evaluasi komprehensif meliputi pemeriksaan fisik, tes fungsi pendengaran sebagai syarat mutlak kemampuan bicara, hingga terapi wicara terpadu.

Eddy Fadlayana, dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang di Mayapada Hospital Bandung, menjelaskan lima tahun pertama kehidupan merupakan golden period yang menentukan trajectory tumbuh kembang anak. Pemantauan berkala memungkinkan deteksi dini berbagai risiko keterlambatan perkembangan sehingga intervensi yang tepat dapat diberikan sesuai kebutuhan masing-masing anak. Artikel tentang golden period ini memiliki relevansi dengan topik perkembangan anak.

Mayapada Hospital Bandung mengoptimalkan Pediatric Center sebagai pusat layanan kesehatan anak terintegrasi, komprehensif, dan ramah anak. Pusat ini menangani pemantauan tumbuh kembang dan deteksi dini, layanan spesialistik dan subspesialistik, hingga penanganan kondisi kegawatdaruratan.

Ruang rawat inap anak ditempatkan dalam satu lantai terpisah dari pasien dewasa. Unit gawat darurat anak beroperasi 24 jam sehari dan lokasinya dipisahkan dari pasien dewasa untuk memangkas waktu tunggu serta mencegah risiko penularan. Tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis anak, subkonsultan alergi imunologi, tumbuh kembang, hingga neuro pediatrik mendukung layanan ini. Fasilitas ini dilengkapi teknologi pencitraan pembuluh darah untuk prosedur infus pada anak.