Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandung Arts Festival #12: Simfoni Seni Lintas Budaya di Jantung Kota Bandung

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Bandung Arts Festival #12 gelar kolaborasi seni lintas negara di GPK. Hadirkan workshop, pertunjukan tari kolosal Ngabatik, dan puluhan sanggar dari berbagai daerah hingga Malaysia.

Bandung Arts Festival #12: Simfoni Seni Lintas Budaya di Jantung Kota Bandung

Bandung Arts Festival #12 Kembali Digelar di Gedung Pusat Kebudayaan

KOTA BANDUNG kembali tampil sebagai episentrum kesenian Nusantara dengan kehadiran Bandung Arts Festival (BAF) #12 di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Sabtu (25/7). Festival ini menegaskan posisi Bandung sebagai UNESCO Creative City of Design melalui perayaan seni yang melibatkan seniman, komunitas, akademisi, dan pegiat budaya dari berbagai penjuru Nusantara hingga mancanegara.

Tahun ini, BAF #12 membawa semangat kolaborasi lintas batas geografis dan budaya. Puluhan sanggar seni dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam satu panggung yang sama dengan delegasi seni internasional dari Malaysia, memperkaya cultural exchange antarnegara.

Ragam Kegiatan dan Pertunjukan yang Bisa Dinikmati Gratis

Masyarakat memiliki kesempatan menikmati seluruh rangkaian kegiatan secara cuma-cuma. Berikut список событий yang tersedia:

Beragam pilihan ini dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pecinta seni hingga masyarakat umum yang ingin memperluas wawasan budaya mereka.

Tari Kolosal Ngabatik: Filosofi Membatik dalam Gerak dan Irama

Salah satu highlight utama festival adalah Tari Kolosal Ngabatik, sebuah pertunjukan spektakuler yang memadukan tiga elemen seni dalam satu panggung: gerakan tari, alunan musik, serta filosofi mendalam dari tradisi membatik sebagai warisan budaya Indonesia.

"Tari Ngabatik membawa pesan bahwa tradisi membatik bukan sekadar teknik, melainkan ekspresi budaya yang hidup dan terus berkembang," tutur salah satu penampil.

Selain tari kolosal, pengunjung juga disuguhi berbagai karya seni rupa, instalasi, fotografi, batik, dan beragam ekspresi kreatif hasil kolaborasi para pelaku seni.

Ruang Belajar dan Apresiasi Seni untuk Masyarakat

Panitia Divisi Perlengkapan Pameran Bandung Arts Festival, Muhammad Habibie Hidayat, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan hari kedua dirancang untuk menghadirkan pengalaman seni yang bervariasi sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

"Hari ini ada workshop Tari Ngabatik dan berbagai pertunjukan tari lainnya. Ada juga penampilan sanggar dari berbagai wilayah, bahkan dari Malaysia. Dilanjutkan dengan live music dan berbagai pertunjukan seni," jelas Habibie.

Lebih dari sekadar panggung kreatif, BAF diharapkan mampu menjadi jembatan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya. Habibie menekankan bahwa seni memiliki nilai yang melampaui perhitungan material.

"Harapan saya dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih mengenal apa itu seni, karena seni itu lebih mahal daripada uang,"tegasnya.

Antusiasme Peserta dari Berbagai Daerah

Geliat Bandung Arts Festival juga dirasakan langsung oleh para peserta yang datang dari berbagai wilayah. Aurora dari Sanggar Olah Seni Bhaswara Kabupaten Bekasi mengaku tertarik mengikuti festival ini sebagai wadah untuk bertemu dan belajar bersama penari dari berbagai daerah maupun luar negeri.

"Aku dan teman-teman tertarik mengikuti kegiatan ini karena mendatangkan penari-penari terkenal dari luar negeri maupun dari berbagai kota dan daerah di Indonesia,"ucapnya.

Senada dengan Aurora, Isna dan kelompoknya membawakan Tari Lembok Beas, sebuah tarian yang mengisahkan sosok gadis desa yang cantik dan memiliki keistimewaan. Tarian ini menjadi representasi kekayaan tradisi tari dari daerah yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat luas.

"Kami menampilkan Tari Lembok Beas yang menceritakan tentang gadis desa yang sangat cantik dan istimewa,"tandas Isna.

Falisa, peserta lainnya, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang berkesan selama mengikuti festival.

"Kegiatan hari ini seru banget karena bisa bertemu dengan penari-penari dari dalam maupun luar negeri,"sambungnya.

Komitmen Bandung sebagai Kota Kreatif Dunia

Keberlangsungan BAF #12 menunjukkan komitmen nyata Kota Bandung dalam mendukung perkembangan industri kreatif. Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas budaya, festival ini bukan hanya mempertontonkan karya seni, tetapi juga membangun jaringan kreatif yang bermanfaat bagi seluruh pelaku seni yang terlibat.

Bandung Arts Festival membuktikan bahwa ruang-ruang kreatif seperti GPK memiliki peran strategis dalam menjadi wadah kolaborasi, edukasi, dan preservasi budaya. Dengan konsep terbuka dan inklusif, festival ini layak menjadi agenda tahunan yang ditunggu masyarakat pencinta seni dan budaya.