Adam Alis Minta Maaf Selebrasi Gol Pertama PERSIB vs Borneo FC
Gelandang PERSIB Bandung Adam Alis meminta maaf ke Borneo FC usai selebrasi spontan setelah mencetak gol pertamanya di Super League 2025/26, yang membantu tim amankan poin di puncak klasemen.

Momen Gol Pertama Adam Alis untuk PERSIB Bandung yang Memicu Maaf ke Borneo FC
Pada Minggu, 15 Maret 2026, Stadion Segiri Samarinda menjadi saksi momen berkesan sekaligus kontroversi kecil dalam ajang Super League 2025/26. Pertandingan tunda pekan ke-21 antara PERSIB Bandung dan Borneo FC berlangsung sangat ketat, dengan kedua tim saling menekan untuk meraih poin.
Setelah bermain tanpa gol hingga babak kedua, giliran Adam Alis yang akhirnya membuka skor untuk PERSIB Bandung pada menit ke-68. Melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, bola berhasil masuk ke gawang Borneo FC, memberikan keunggulan 1-0 untuk tim asal Jawa Barat. Selebrasi yang dilakukan Alis terlihat sangat emosional: ia berlari ke sisi tribun pendukung PERSIB Bandung, mengangkat kedua tangan, dan menangis kegirangan. Namun, ia tidak menyadari bahwa ia sedang berada di depan tribun pendukung Borneo FC yang sebagian besar adalah pendukung setia klub yang pernah ia bela.
Usai pertandingan berakhir dengan skor 1-1 (karena Borneo FC menyamakan skor pada menit ke-85), Alis langsung mendekati petugas media untuk memberikan penjelasan. Ia mengakui bahwa ia lupa dengan konteks pertandingan dan melakukan selebrasi yang terlalu spontan di depan pendukung Borneo FC.
"Ya alhamdulillah senang bisa balik ke sini dan bisa mencetak gol. Saya minta maaf juga untuk Borneo. Saya respek sama tim Borneo, tadi (selebrasi) spontan saya merayakan," kata Adam Alis dengan suara tulus yang terdengar di siaran langsung televisi.
Gol yang dicetak Alis bukan hanya menjadi momen pribadi yang berarti baginya, tetapi juga sangat krusial bagi PERSIB Bandung. Poin satu yang didapat dari hasil imbang tersebut membantu tim mempertahankan posisinya di puncak klasemen Super League 2025/26. Hingga akhir pekan ke-25, PERSIB Bandung mengumpulkan 58 poin, unggul empat angka dari Borneo FC yang berada di peringkat kedua. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya setiap poin dalam kompetisi ini, terutama dengan persaingan yang sangat ketat antara dua tim teratas.
Meskipun senang dengan pencapaian pribadinya, Adam Alis tidak lupa untuk mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap tenang dan tidak cepat puas. Ia menegaskan bahwa perjalanan kompetisi masih sangat panjang, dan tim harus tetap menjaga mentalitas yang rendah hati serta fokus pada setiap pertandingan tersisa.
"Tetap rendah hati, tetap bersyukur, tetap berjuang, karena pertandingan masih banyak. Kami tidak boleh terlalu percaya diri. Step by step kami jalani. Mudah-mudahan kami bisa meraih hasil maksimal di setiap pertandingannya," pungkanya Adam.
Latar Belakang Hubungan Adam Alis dan Borneo FC
Sebelum bergabung dengan PERSIB Bandung pada awal musim Super League 2025/26, Adam Alis pernah membela Borneo FC selama musim 2024/25. Selama masa tersebut, ia menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah Borneo FC, tampil dalam 28 pertandingan dan mencetak 5 gol serta memberikan 7 assist. Kontribusinya membantu Borneo FC meraih peringkat ke-3 di klasemen musim lalu, sehingga ia memiliki banyak penggemar di kalangan pendukung Borneo FC.
Oleh karena itu, selebrasi yang ia lakukan di depan tribun pendukung Borneo FC dianggap kurang tepat oleh sebagian penonton dan pihak klub. Namun, maaf yang diberikan Alis diterima dengan baik oleh sebagian besar pendukung Borneo FC, yang menghargai kejujuran dan sikap sportifnya.
Dampak Kejadian Terhadap Persepsi Publik
Kejadian ini juga menimbulkan diskusi di kalangan penggemar sepak bola Indonesia tentang pentingnya menghormati lawan dan pendukung mereka, terutama bagi pemain yang pernah membela klub lawan. Banyak penggemar yang menghargai sikap Adam Alis yang mau mengambil tanggung jawab dan meminta maaf, meskipun selebrasinya dilakukan secara spontan.
Selain itu, kejadian ini juga meningkatkan popularitas Adam Alis di kalangan penggemar PERSIB Bandung, yang melihatnya sebagai pemain yang memiliki integritas dan cinta terhadap klub. Hal ini juga menjadi pengingat bagi semua pemain sepak bola untuk selalu waspada dalam setiap selebrasi, terutama ketika bermain di kandang lawan yang pernah mereka bela.