Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Acara Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Kolaborasi WPO-FWJ

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Organisasi Perdamaian Dunia (WPO) berkolaborasi dengan FWJ Indonesia untuk menyelenggarakan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 di Bogor, dengan fokus pada perlindungan kebebasan pers dan solidaritas jurnalis global.

Acara Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Kolaborasi WPO-FWJ

Organisasi Perdamaian Dunia (WPO) telah mengumumkan kolaborasi dengan Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia untuk menyelenggarakan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (WPFD) tahun 2026. Acara dua hari ini akan dihelat pada 2-3 Mei di Wisma Arga Muncar, Puncak, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya global untuk menegakkan hak atas kebebasan pers dan ekspresi.

Latar Belakang Hari Kebebasan Pers Sedunia

Hari Kebebasan Pers Sedunia diperkenalkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) pada tahun 1993, dan diperingati setiap tanggal 3 Mei. Tanggal ini juga dijadikan untuk menghormati Deklarasi Windhoek 1991, piagam yang dirancang oleh jurnalis Afrika di Namibia yang menjadi dasar standar kebebasan pers modern. Prinsip utama peringatan ini tercermin dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, yang menjamin hak setiap orang untuk kebebasan berpendapat dan menerima informasi.

Pernyataan Penting dari WPO

Dalam pernyataan resmi yang dirilis di Jakarta pada 23 April 2026, Presiden WPO Dr. Bambang Herry Purnomo, S.H., M.H., menekankan bahwa kebebasan pers adalah "oksigen peradaban". Ia menambahkan:

"Di mana pers dibungkam, ketidakadilan tumbuh. Di mana jurnalis dilindungi, demokrasi berkembang dan perdamaian menjadi mungkin."

Ia juga menjelaskan tiga mandat universal WPFD yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak:

Rencana Acara Peringatan Tahun 2026

Acara ini akan mempertemukan 150 hingga 300 peserta dari kalangan jurnalis, akademisi, dan pemimpin masyarakat sipil di seluruh Indonesia serta mitra internasional. Keterlibatan luas ini mencerminkan komitmen WPO terhadap keterlibatan akar rumput dan dialog global untuk menegakkan kebebasan pers.

Selain itu, WPO menyoroti bahwa konferensi global UNESCO pada periode yang sama akan membahas tantangan mendesak dalam jurnalisme, mulai dari keamanan digital, disinformasi, hingga perlindungan fisik wartawan di zona konflik.

Perbedaan Antara Hari Kebebasan Pers Sedunia dan Hari Pers Nasional

WPO juga mengklarifikasi perbedaan antara dua peringatan yang sering disamakan di Indonesia:

Kedua peringatan memiliki peran masing-masing yang penting, namun memiliki mandat dan cakupan yang berbeda.

Komitmen Akhir WPO

WPO menegaskan kembali pendiriannya bahwa dunia yang damai tidak dapat terwujud tanpa pers yang bebas, dan pers yang bebas tidak dapat bertahan tanpa solidaritas global. Tagline organisasi ini, "Perdamaian adalah Aksi, Perdamaian adalah Suatu Keharusan", menjadi pengingat bahwa perlindungan kebebasan pers adalah tanggung jawab bersama semua pihak.