Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

452 Layang-layang Diamankan dari Jalur Whoosh, Ini Imbauan KCIC untuk Warga

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Sepanjang 2024-Mei 2026, 452 layang-layang diamankan dari jalur Whoosh. KCIC imbau warga dan sekolah mengawasi anak saat liburan.

452 Layang-layang Diamankan dari Jalur Whoosh, Ini Imbauan KCIC untuk Warga

Lonjakan Gangguan Layang-layang di Jalur Kereta Cepat Whoosh

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan signifikan dalam temuan layang-layang di sepanjang jalur operasional Whoosh. Sepanjang 2024 hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 452 layang-layang beserta benangnya berhasil diamankan oleh petugas di sekitar lintasan kereta cepat tersebut.

wilayah Rawan dan Tren Peningkatan Kasus

Data KCIC menunjukkan konsentrasi gangguan tertinggi berada di wilayah Padalarang, Cimahi, dan Bandung. Tren kasus mengalami peningkatan drastis, dari hanya 25 kasus pada 2024, melonjak menjadi 317 kasus pada 2025, dan tercatat 110 kasus selama periode Januari hingga Mei 2026.

Peningkatan tersebut sejalan dengan periode masa libur sekolah, di mana aktivitas anak-anak bermain layang-layang meningkat secara signifikan.

Potensi Bahaya bagi Operasional Kereta

Layang-layang yang putus dan terbawa angin berpotensi tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS) yang menjadi sumber tenaga utama operasional Whoosh. Jaringan tersebut menggunakan tegangan tinggi sehingga layang-layang maupun benang yang tersangkut dapat:

Upaya Pencegahan dan Sosialisasi KCIC

Sebagai langkah pencegahan, KCIC secara rutin melakukan patroli di sepanjang jalur operasional, memasang papan imbauan keselamatan, serta mengamankan layang-layang dan benang yang ditemukan. Masyarakat diimbau untuk tidak bermain layang-layang dalam radius minimal tiga kilometer di sisi kanan dan kiri jalur operasional Whoosh.

Dalam dua tahun terakhir, KCIC telah melaksanakan 46 kegiatan sosialisasi keselamatan yang menjangkau 38 sekolah tingkat SD hingga SMP dengan total 7.827 siswa. Sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat di enam kecamatan yang dinilai rentan mengalami gangguan akibat aktivitas bermain layang-layang.

"Keselamatan operasional Whoosh tidak hanya mengandalkan teknologi dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat," jelas Eva Chairunisa.

Imbauan untuk Orang Tua dan Masyarakat

KCIC mengajak orangtua, masyarakat, serta pihak sekolah untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain layang-layang selama masa liburan. Tanpa pengawasan yang memadai, layang-layang yang putus dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta.

Dengan sinergi antara pengawasan teknologi, patroli petugas, dan peran aktif masyarakat, diharapkan gangguan operasional akibat layang-layang dapat diminimalkan sehingga perjalanan Kereta Cepat Whoosh tetap aman dan nyaman bagi seluruh penumpang.