3,6 Ton Sampah Dikelola Zero Waste di GBLA: Persib vs Ratchaburi
PERSIB Bandung dan mitra Jubelo berhasil mengelola 3,6 ton sampah selama laga melawan Ratchaburi FC di Stadion GBLA dengan sistem zero waste to landfill, tanpa sampah yang dibuang ke TPA.

Rabu, 18 Februari 2026, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tidak hanya menjadi tempat pertandingan seru antara PERSIB Bandung dan Ratchaburi FC, tetapi juga saksi upaya berkelanjutan dalam pengelolaan sampah. Kolaborasi antara PERSIB dengan mitra resmi pengelolaan limbah Jubelo berhasil mengelola total 3.696 kilogram sampah selama pertandingan berlangsung, dengan pendekatan zero waste to landfill yang memastikan tidak ada sampah dari aktivitas pertandingan yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Komposisi Sampah yang Berhasil Dikelola
Setiap jenis sampah yang terkumpul selama pertandingan diproses dengan metode yang sesuai untuk memastikan dampak lingkungan minimal. Berikut adalah komposisi sampah yang berhasil dikelola:
- 1.225 kg sampah organik (33,1%) yang diproses menjadi pakan maggot dan kompos untuk digunakan kembali
- 1.456 kg sampah anorganik (39,4%) yang dikirim ke fasilitas daur ulang untuk diubah menjadi material yang dapat digunakan kembali
- 1.015 kg sampah residu (27,5%) yang dimusnahkan melalui fasilitas khusus sesuai prosedur yang aman dan ramah lingkungan
Proses Pengelolaan yang Terkoordinir
Untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal dari tribun hingga tahap akhir, tim lapangan PERSIB dan Jubelo melibatkan 42 personel profesional, 336 trash bag, dan dua ritase pengangkutan sampah. Setiap bagian stadion diawasi ketat untuk memastikan sampah terkumpul dengan baik dan tidak ada yang terlewat, sehingga proses pengelolaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Komitmen Berkelanjutan PERSIB dalam Menjaga Kebersihan GBLA
Kepala Komunikasi PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya sekadar pencapaian satu kali, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun budaya tanggung jawab bersama di ekosistem pertandingan. Dia menambahkan:
"Setiap pertandingan di GBLA adalah tentang kebanggaan. Namun di saat yang sama, ini juga tentang tanggung jawab bersama. Stadion yang bersih dan terkelola dengan baik mencerminkan siapa kita sebagai komunitas. Melalui kolaborasi bersama Jubelo dengan pendekatan zero waste to landfill, kami ingin memastikan GBLA tetap menjadi rumah yang nyaman, aman, dan membanggakan, hari ini maupun di masa depan."
Capaian pada laga kontra Ratchaburi FC juga merupakan kelanjutan dari berbagai upaya serupa yang telah dilakukan PERSIB dan Jubelo pada pertandingan sebelumnya. Beberapa data pengelolaan sampah pada pertandingan sebelumnya antara lain:
- 4.862 kg vs Malut United
- 4.895 kg vs PSBS Biak
- 6.571 kg vs Persija Jakarta
- 2.948 kg vs Borneo FC
- 3.916 kg vs Bangkok United
- 3.872 kg vs Bhayangkara FC
- 4.972 kg vs PSM Makassar
- 3.003 kg vs Dewa United
- 2.522 kg vs Lion City Sailors
- 1.564 kg vs Persebaya Surabaya
- 1.903 kg vs Persis Solo
- 2.079 kg vs Selangor FC
Pesan untuk Seluruh Komunitas Bobotoh
GBLA bukan hanya sekadar stadion pertandingan, tetapi juga rumah bagi seluruh komunitas Bobotoh. Menjaga kebersihan stadion adalah bentuk tanggung jawab bersama yang sama pentingnya dengan nyanyian dan dukungan dari tribun. Melalui kampanye #JagaGBLAJagaPERSIB, PERSIB mengajak seluruh Bobotoh untuk terus merawat GBLA seperti rumah sendiri. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan
- Mengikuti arahan petugas kebersihan di stadion
- Menjaga fasilitas stadion agar tetap dalam kondisi baik
Menjaga kebersihan GBLA adalah cara kita untuk menjaga PERSIB dan memastikan setiap pertandingan berlangsung dengan nyaman dan aman bagi semua hadirin. Dengan upaya kolaboratif antara PERSIB, Jubelo, dan seluruh komunitas Bobotoh, GBLA akan terus menjadi venue pertandingan yang ramah lingkungan dan membanggakan untuk setiap pertandingan yang datang.