16 Anggota Bodisnet Hadir di Graha PERSIB untuk Nobar Lawan Manila Digger
16 anggota komunitas Bodisnet hadir di Graha PERSIB saat laga melawan Manila Digger FC. Tanpa kemampuan melihat, mereka tetap mendukung Maung Bandung lewat perasaan dan kebersamaan.

Pertandingan tanpa penonton bukan berarti dukungan Bobotoh padam. Ketika PERSIB menjamu Manila Digger FC di AFC Champions League Two 2026/2027, Senin, 31 Agustus 2026, sekitar 16 anggota komunitas Bodisnet (Bobotoh Disabilitas Netra) memilih hadir di Graha PERSIB, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung.
Mereka bukan sekadar penonton pasif. Komunitas ini beranggotakan 77 orang yang tersebar di berbagai daerah, dan sudah berulang kali datang langsung ke tribun Stadion Si Jalak Harupat maupun Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk mendukung Maung Bandung.
"PERSIB itu bukan hanya milik Bobotoh umum atau yang bisa melihat, tetapi dapat dinikmati oleh Bobotoh dari semua kalangan, termasuk kami sebagai yang tunanetra," kata Ahmad Hidayat, Ketua Bodisnet sekaligus Bobotoh asal Cibuntu Bandung, seperti disebutkan dalam rilis resmi klub di persib.co.id.
Baca Juga: Umuh Muchtar Tuntut Persib Naikkan Kualitas untuk Hadapi Lawan Asia di Fase Grup ACL Two
Pertandingan di ACL Two kali ini menambah lapisan tantangan bagi tim. Tanpa kehadiran ribuan Bobotoh di tribun, pemain kehilangan dorongan صوت yang biasanya membangun atmosfer di markas sendiri. Nobar Biru menjadi jalan keluar agar dukungan tetap terasa, dan Graha PERSIB menjadi salah satu episentrumnya.
Ahmad mengakui, pengalaman nobar di Graha PERSIB berbeda dari biasanya. "Kita ingin merasakan nobar istilahnya di rumahnya PERSIB, di jantungnya PERSIB, di hatinya PERSIB, yaitu Graha PERSIB," katanya.
Indrayati Suherman, Bobotoh asal Bandung yang mendukung PERSIB sejak 1986, hadir bersama rekan-rekannya dari Bodisnet. Ia menganggap Nobar Biru sebagai ruang berbagi kebahagiaan di tengah kondisi yang tidak memungkinkan Bobotoh hadir langsung.
"Karena tidak ada penonton, ingin merasakan kebersamaan di Nobar Biru," kata Indrayati.
Kehormatan untuk Bodisnet hadir di Graha PERSIB menandakan inklusivitas yang dijunjung PERSIB. Tanpa kemampuan melihat, kecintaan terhadap tim tetap hidup lewat suara, perasaan, dan kehadiran.
"Jangan sampai tertinggal, pengennya PERSIB selalu juara. Tapi apapun hasilnya, PERSIB tetap punya saya dan punya semua Bobotoh," tegas Indrayati.
Program Balad Nobar Biru untuk musim depan membuka peluang bagi lebih banyak ruang publik di Bandung dan Jawa Barat untuk menjadi titik kumpul Bobotoh. Pesta Biru 2026 Tawarkan Jersey Baru dan Program Loyalitas Baru untuk Bobotoh
Sumber: persib.co.id