Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

121 Petugas dan 11 Mobil Damkar Cianjur Siaga Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau

Jabar · Oleh · · Diperbarui 24 Agustus 2026

Cianjur siagakan 121 petugas dan 11 mobil pemadam hadapi musim kemarau, tingkatkan patroli titik rawan antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

121 Petugas dan 11 Mobil Damkar Cianjur Siaga Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau

Kesiapsiagaan Maksimal Damkar Cianjur Menjelang Musim Kemarau

Demi menghadapi musim kemarau yang diprediksi bakal berlangsung cukup panjang, Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengambil langkah strategis dengan menyiagakan 121 personel lengkap ditunjang 11 unit mobil pemadam kebakaran. Sumber daya ini disiapkan untuk merespons insiden kebakaran, utamanya yang melanda kawasan hutan dan lahan di wilayah-wilayah rawan.

Status Siaga Darurat Kekeringan Picu Peningkatan Kewaspadaan

Kepala Satpol PP dan Damkar Cianjur, Djoko Purnomo, menegaskan bahwa penetapan status siaga darurat bencana alam kekeringan menjadi landasan bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan koordinasi dan kecepatan respons. Musim kemarau berkepanjangan, kata dia, secara signifikan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan mengingat sebagian besar vegetasi dan rumput liar dalam kondisi kering dan sangat mudah terbakar.

Baca Juga: BPBD Hentikan Pemadaman Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Setelah 13 Hari, 5 Hektare Lahan Rusak

"Kami telah memerintahkan seluruh personel untuk mengintensifkan patroli dan memastikan peralatan pemadaman dalam kondisi prima. Setiap laporan kebakaran harus ditangani secepat mungkin agar tidak meluas," tegas Djoko Purnomo.

Peristiwa Terbaru: Lahan 1.000 Meter Persegi Terbakar di Cipanas

Berminggu-minggu memasuki musim kemarau, kasus kebakaran lahan nyatanya sudah terjadi. Pada Kamis, 9 Juli, Tim Damkar Cianjur berhasil menuntaskan penanganan kebakaran lahan di Jalan Raya Cipanas-Cianjur, tepatnya di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet. Lahan seluas 1.000 meter persegi hangus terbakar. Kronologisnya berawal dari pembakaran sampah sembarangan yang tidak terkontrol.

Baca Juga: Gebyar Lomba HUT ke-25 Partai Demokrat di Karawang Hadirkan Puluhan Doorprize untuk Warga

Strategi Pencegahan dan Patroli Rutin di Titik Rawan

Mengacu pada kejadian tersebut, Damkar Cianjur menjalankan serangkaian strategi pencegahan terukur:

Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Kebakaran

Djoko Purnomo juga menyoroti peran krusial masyarakat dalam mencegah kebakaran. Ia secara khusus meminta seluruh warga, terutama pengendara yang sedang melintas, untuk tidak membuang puntung rokok ke tumpukan rumput kering di pinggir jalan. Tindakan sepele tersebut terbukti mampu memicu kobaran api yang potentially menjalar ke kawasan hutan yang lebih luas.

Optimis Tidak Terulang Seperti Tahun 2023

Meski musim kemarau tahun ini diprediksi panjang, Damkar Cianjur optimistis tidak akan ada kejadian kebakaran hutan besar-besaran seperti yang pernah melanda wilayah tersebut pada 2023. Kesiapsiagaan petugas, kelayakan armada kendaraan pemadam, serta meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi modal utama dalam menghadapi situasi ini.

Dengan total 121 personel dan 11 unit mobil yang siap beroperasi, Cianjur membuktikan keseriusannya dalam mengawal musim kemarau demi melindungi warga dan kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran.