Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

12 Korban TPPO di Sikka NTT: Warga Bandung Barat Termasuk, Dijemput Gubernur Jabar

Jabar · Oleh Rizky Maulana · · Diperbarui 2 Maret 2026

12 korban TPPO di Sikka NTT termasuk warga Bandung Barat. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memulangkan mereka dengan dana pribadi, beserta pendampingan sebelum mereka kembali ke rumah.

12 Korban TPPO di Sikka NTT: Warga Bandung Barat Termasuk, Dijemput Gubernur Jabar

Situasi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sikka NTT

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat (Disnakertrans KBB) mengkonfirmasi bahwa salah satu dari 12 korban TPPO di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah warga Kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Korban berinisial IN berusia 24 tahun, seperti diungkapkan Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB, Dewi Andani, dalam keterangan resmi pada Rabu (25/2/2026).

Proses Pemulangan Korban ke Jawa Barat

Sebanyak 12 korban TPPO ini saat ini sedang dalam proses pemulangan ke kampung halaman masing-masing. Kepulangan mereka dijemput langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sudah berangkat ke Kabupaten Sikka sejak Minggu (22/2/2026). Dewi Andani menyatakan bahwa pemulangan telah difasilitasi penuh oleh pihak gubernur.

Menurut keterangan resmi dari Pemprov Jabar, para korban diperkirakan tiba di Jawa Barat pada hari ini. Namun, mereka tidak akan langsung pulang ke rumah masing-masing. Sebelum kembali ke rumah, para korban akan mendapatkan pendampingan terlebih dahulu dari Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar serta DP3AKB Jabar.

"Korban tidak akan langsung dipulangkan ke rumah masing-masing, namun akan diberikan pendampingan terlebih dahulu. Tapi kita susun terlebih dahulu kerangka kerja bersama para kepala daerah yang warganya menjadi korban TPPO," kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam keterangan resmi pada Selasa (24/2/2026).

Komitmen Pemerintah Daerah Jawa Barat

Pemprov Jabar bersama para kepala daerah yang bersangkutan akan merancang upaya agar para korban TPPO ini bisa mendapatkan pekerjaan usai kembali ke rumah masing-masing. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan proses hukum dan pendampingan yang berjalan sebelum membahas utang piutang yang ditagihkan oleh pihak hiburan malam tempat para korban bekerja.

"Itu sebetulnya bisa kita atasi. Tapi jangan bicara dulu soal utang piutang, sebelum pemeriksaan terkait hak-hak para korban ini mendapatkan kejelasan. Apakah selama bekerja di sana mereka memperoleh hak yang dijanjikan, dan sudah dibayarkan," kata dia.

Gubernur Dedi Mulyadi menaruh perhatian serius pada urusan kemanusiaan yang menimpa warga Jawa Barat. Dia mengklaim seluruh biaya kepulangan dan biaya operasional saat para korban pulang ke rumah ditanggung menggunakan uang pribadinya.

Kepala Diskominfo Jabar Adi Komar menambahkan bahwa gubernur berinisiatif memulangkan 12 korban ke Jawa Barat karena memperhatikan kondisi kemanusiaan. Para korban sudah berada di safe house Tim Relawan Kemanusiaan Untuk Flores (TRUK-F) selama sebulan, dipimpin Biarawati Suster Fransiska Imakulata.

"Karena sudah sebulan mereka berada di penampungan, dan mempertimbangkan alasan kemanusiaan, maka KDM berinisiatif memulangkan para korban ke Jabar dengan memakai dana pribadi Pak Gubernur," tuturnya.

Adi Komar juga memastikan bahwa gubernur dan Pemprov Jabar akan tetap mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Jika di kemudian hari para korban diperlukan sebagai saksi dalam pemeriksaan, mereka akan diberangkatkan kembali ke Sikka NTT dengan biaya yang ditanggung oleh gubernur.

Daftar Asal Korban dari Jawa Barat

Sebagian besar korban berasal dari beberapa kabupaten di Jawa Barat, antara lain: