Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dedi Kusnandar Total 23 Laga di 8 Edition Piala Presiden, Tiga Kali Bawa Persib ke Final

Bola · Oleh ·

Dedi Kusnandar menjalani 23 laga dari delapan edition Piala Presiden dengan tiga kali membawa Persib ke final. Perolehan emasnya di 2015 kini bertransformasi jadi perak di 2026.

Dedi Kusnandar Total 23 Laga di 8 Edition Piala Presiden, Tiga Kali Bawa Persib ke Final

Dedi Kusnandar bukan sekadar mengelilingi lapangan dalam delapan edition Piala Presiden. Dia menjalani peran berbeda di setiap fase final yang dia wakili Persib, dari lini tengah pengatur ritme pada 2015 sampai ke posisi bertahan saat adu penalti 2026.

Dado, sapaannya, tercatat menjalani 23 pertandingan di turnamen pra-musim ini. Dari jumlah itu, tiga di antaranya发生在 partai penentuan. Sensornya berbeda pada masing-masing partai. Pemain bernomor 23 itu menjadi bagian skuad yang juara pada 2015 lewat gol Febri Hariyani dan Herman Abdul Kholik ke gawang Sriwijaya FC. Dua tahun kemudian, Dedi kembali mengakhiri turnamen sebagai runner-up, kali ini di posisi ketiga setelah menang atas Mitra Surabaya.

"Pastinya pertama bangga bisa main di PERSIB di delapan edisi Piala Presiden," kata Dado, Senin, 10 Agustus 2026. "Tidak kepikiran bakal sejauh ini dan bisa membawa prestasi PERSIB jadi juara 1, 2, 3."

Baca Juga: Lima Pemain PERSIB U18 Terpilih Ikuti EPA Selection untuk K League Asian Youth Championship Jeju 2026

Data 23 laga itu menempatkan Dedi sebagai salah satu pemain paling sering tampil di Piala Presiden. Rataan satu laga per edition bukan pencapaian biasa untuk gelandang bertahan yang pergerakannya sangat bergantung pada kondisi fisik dan konsistensi.

Posisi Dedi di lini tengah Persib tidak bergeser secara signifikan dalam decade terakhir. Perannya sebagai anchoring midfielder memungkinkan dia bertahan di skuad meski pergantian manajer terjadi beberapa kali. Tiga manajer berbeda melatih Persib selama delapan edisi itu, tapi Dedi tetap menjadi pilihan utama di depan lini pertahanan.

Konsistensinya ini melengkapi kebutuhan spesifik Persib di paruh final Piala Presiden 2026. Dedi menjalani tiga laga fase grup tanpa satu pun kartu kuning, sebuah rekor langka untuk pemain dengan peran defensifnya. Statistic itu menunjukkan bagaimana Dado menjaga temperamennya di momen-momen krusial.

Baca Juga: PERSIB Pupus di Depan Mata Persebaya, Runner-up Piala Presiden 2026

Pengalamannya di final 2015 melawan SriwijayaFC seharusnya menjadi modal saat menghadapi skenario serupa melawan Persebaya. Namun hasil di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, berakhir beda. Persebaya memastikan keunggulan melalui adu penalti, dan Dado harus mengakui bahwa pengalaman belum cukup untuk mengunci hasil.

Seperti disampaikanlaman resmi Persib, Dado masih melihat delapan edisi itu sebagai bekal ke depan. "Semoga ini menjadi motivasi. Lebih baik ke depannya," singkatnya.

Setelah mengoleksi tiga warna logam berbeda dari turnamen yang sama, tantangan berikutnya bagi Dedi adalah mengubah perak 2026 jadi emas di edition yang akan datang.

Sumber: persib.co.id